Rekan-rekan” Forum Kelompok Informasi Masyarakat Singosari beberapa hari yang lalu mengunjungi Gus IM ( Imron Rosyadi) yang baru saja pulang dari Makkah usai menjalani ibadah Haji, di kediamannya yang bertempat di Jl. Kramat, Pagentan Kemarin ada informasi yang kami anggap menarik untuk disimak.
Kami memperoleh bebepara informasi berkenaan dengan wilayah Singosari. Mulai Sejarah, perkembangan rencana Singosari yang akan segera menjadi KEK ( Kawasan Ekonomi Khusus ) hingga potensi tempat wisata religi di daerah Bungkuk .
Kawasan Ekonomi Khusus
“Singosari yang sudah di promosikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus mulai tahun lalu , sejauh ini sudah di tanda tangani oleh Presiden Joko Wi. Ketika Bu Khofifah ( Gubernur baru terpilih JATIM) berkunjung ke sini, saya lewat istri saya menyampaikan kepada beliau untuk mengaktifkan peranan masyarakat di wilayah Singosari pada saat KEK nanti mulai aktif. Jangan sampai warga Singosari hanya sebagai penonton saja,tapi mereka juga harus bisa aktif dan bisa meningkatkan perekonomian keluarganya”, Terang Gus Im
Jika kita amati, di beberapa ruas jalan utama sudah mulai dilakukan pelebaran Jalan, misalnya di Klampok dan Langlang . di beberapa titik juga sudah mulai terpasang papan papan keterangan arah jalan dan tempat wisata. Untuk yang ini kami belum melakukan konfirmasi ke pihak-pihak terkait.
Sejarah Tugu berbentuk Obor di Depan Pujisari .
Sebagaimana tertulis dalam arsip pergerakan di Jawa Timur, Singosari menyimpan sejarah
– “ Pada masa itu, laskar Sabilillah berkoordinasi dengan laskar Hizbullah yang memiliki tujuan yang sama untuk merebut kemerdekaan. Peranan dari kedua laskar ini sangat penting dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan terutama ketika meletus perlawanan di Surabaya pada november 1945. Dalam pertempuran tersebut, KH Masjkur dengan gigih berjuang dan menjadi komandan dari berbagai laskar untuk mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia. Selain sebagai panglima laskar, KH Masjkur juga sempat menyandang sebuah jabatan yang cukup tinggi di pemerintahan. Dia sempat empat kali menjadi Menteri Agama secara berturut-turut pada Kabinet Amir Syarifuddin (1947), Kabinet Presidenssil Moh. Hatta (1948), Kabinet VII Negara RI, Kabinet Darurat dan Komisariat PDRI (1949), Kabinet Hatta (1949) dan Kabinet Peralihan RI. – “ Merdeka.com
Diperkirakan, dalam peristiwa heorik itu Singosari menjadi Meeting point para pejuang laskar jihad dari Malang Raya dan sekitarnya.
Dari beberapa informasi dari orang-orang tua mereka juga memberikan masukan. di lokasi itu pula kemungkinan terjadi pada saat pecahnya peristiwa Malang Bumi Hangus yang notabene buntut dari kejadian aksi Agresi Militer Belanda
“Di situ dulu adalah merupakan tempat terjadinya para pejuang kemerdekaan yang berperang melawan Belanda . Mereka , para pejuang dari golongan santri yang ada di wilayah Malang Raya dan sekitarnya “, Terang Gus Im.
“Banyak para pejuang yang gugur di sekitar lokasi itu. Bahkan Konon, Kiyai Hasyim Asy’ari sempat terkejut karena pecahnya perang di Singosari sebelum akhirnya beliau wafat “, lanjut Gus Im.
KH. Hasyim Asy’ari yang kita kenal sebagai Tokoh pendiri NU ternyata pernah mengunjungi pondok Bungkuk Singosari dimasa- masa pergerakan. “Dari keterangan Santri di Pondok Bungkuk ,Dulu Saat Mbah Kyai Thohir masih hidup, sudah dua kali KH Hasyim Asy’ari berkunjung ke sini untuk silaturrahmi. Mungkin ini ada hubungannya dengan silaturrahmi antar Kyai Torikot”, Lanjut Gus Im yang saat ini menjadi Peneliti Senior di Wahid Foundation.
Bungkuk sebagai Potensi Wisata Religi
Di akhir perbincangan, Gus Im mengutarakan idenya untuk mengusulkan kawasan Bungkuk sebagai tempat Wisata Religi. “ Saya punya angan-angan bahwa di Bungkuk ini bisa saja menjadi tempat wisata Religi seperti di daerah Ampel, Surabaya, karena sudah banyak sekali para peziarah yang berdatangan dengan memakai kendaraan Bus. Jika Memang Singosari ini dicanangkan sebagai Kota Santri, tentunya kita harus bisa memberikan tempat khusus yang bisa dijadikan tempat percontohan. Dan Bungkuk adalah lokasi yang paling tepat “, ungkapnya.
Selama ini memang kita ketahui Bungkuk, selain menjadi pondok pesantren yang paling tua di Malang, disana pula ada 2 makam tokoh besar yakni, Mbah Kyai Thohir ( Tokoh Pendiri ) dan KH Masykur ( Menteri Agama RI Pertama)
Sabtu, 10 Februari 2018
Koramil Singosari Berhasil Gagalkan Pelaku Curanmor, Satu Pelaku Masih Bocah
Koramil 0818/26 Singosari berhasil
menggagalkan pelaku pencurian kendaraan bermotor roda empat, di Asrama
Koramil Singasari, Jalan Simpang Wijaya, Kelurahan Pagentan, Kecamatan
Singosari, Kamis (8/2) malam.
Salah satu pelaku berinisial AF (15) warga Dusun Ngranggung, Desa Sukoharjo, Kecamatan Sleman, Yogyakarta, diamankan petugas.
Komandan Koramil (Danramil) 0818 /26 Singosari Kapten Arm. Abdul Kodir saat dihubungi menyampaikan bahwa pihaknya telah berhasil menangkap pelaku curanmor yang masih di bawah umur.
Awalnya, pelaku AF bersama ketiga temannya, sekitar pukul 22.30 WIB, berupaya melakukan pencurian mobil di rumah Bambang Sujatmiko (46) warga Jalan Anjasmoro, Desa Turirejo, Kecamatan Lawang yang diparkir di pinggir jalan Simpang Wijaya Kelurahan Pagentan Kecamatan Singosari (depan rumah Dinas Koramil Singosari).
Kodir menjelaskan, bahwa mobil jenis Daihatsu Zebra bernomor polisi L 1346 VE ini milik Serda Bambang Sujatmiko yang merupakan anggota Koramil Tirtoyudo.
“Saat gerombolan maling kendaraan ini berusaha membawa lari mobil tersebut, ulah mereka diketahui oleh Safiah Wardah Kamila (istri dari Serda Bambang) yang sontak berteriak maling dan didengar anggota piket Koramil Singosari yaitu Serda Dewa dan Sertu Paiman, tak lama mereka langsung menangkap AF, saat itu sedang berada di dalam mobil yang hendak di jalankan,” jelas Kodir.
Akan tetapi, lanjut Qodir, tiga pelaku lain berhasil melarikan diri, sedangkan satu pelaku AF mengalami nasib sial karena tertangkap, dan AF pun diserahkan ke Mapolsek Singosari.
Salah satu pelaku berinisial AF (15) warga Dusun Ngranggung, Desa Sukoharjo, Kecamatan Sleman, Yogyakarta, diamankan petugas.
Komandan Koramil (Danramil) 0818 /26 Singosari Kapten Arm. Abdul Kodir saat dihubungi menyampaikan bahwa pihaknya telah berhasil menangkap pelaku curanmor yang masih di bawah umur.
Awalnya, pelaku AF bersama ketiga temannya, sekitar pukul 22.30 WIB, berupaya melakukan pencurian mobil di rumah Bambang Sujatmiko (46) warga Jalan Anjasmoro, Desa Turirejo, Kecamatan Lawang yang diparkir di pinggir jalan Simpang Wijaya Kelurahan Pagentan Kecamatan Singosari (depan rumah Dinas Koramil Singosari).
Kodir menjelaskan, bahwa mobil jenis Daihatsu Zebra bernomor polisi L 1346 VE ini milik Serda Bambang Sujatmiko yang merupakan anggota Koramil Tirtoyudo.
“Saat gerombolan maling kendaraan ini berusaha membawa lari mobil tersebut, ulah mereka diketahui oleh Safiah Wardah Kamila (istri dari Serda Bambang) yang sontak berteriak maling dan didengar anggota piket Koramil Singosari yaitu Serda Dewa dan Sertu Paiman, tak lama mereka langsung menangkap AF, saat itu sedang berada di dalam mobil yang hendak di jalankan,” jelas Kodir.
Akan tetapi, lanjut Qodir, tiga pelaku lain berhasil melarikan diri, sedangkan satu pelaku AF mengalami nasib sial karena tertangkap, dan AF pun diserahkan ke Mapolsek Singosari.
sbr : malangvoice
Minggu, 04 Februari 2018
Wisata Bukit Budugasu
Bagi anda yang suka jalan" wisata di alam terbuka dengan track yang penuh tanntangan, bukit Budugasu adalah pilihan yang bagus. terletak di sebelah barat kebun teh Wonosari. Netizen sudah banyak yang berkunjung kesana, selfie" dan memviralkannya lewat medsos. Tempat itu memang menawarkan pesona keindahan pemandangan sejauh mata
memandang.
Begitu menaiki bukit tersebut, maka suasana khas pegunungan tampak hadir di depan mata Anda. Selain penampakan Gunung Arjuno yang begitu megah, hamparan padang sabana hijau bakal memanjakan penglihatan Anda. Ada pula hamparan kebun teh yang hijau di sebelah barat. Pemandangan di tempat ini saat malam hari pun cukup menawan, terutama di kala bulan purnama.
Meski masyarakat sekitar memberinya nama Bodog Asu, namun salah satu wisata anyar di Malang bagian utara ini memiliki banyak sebutan. Ada yang menyebut Budukasu, Buduk Asu, atau pun Budug Asu.
Awalnya, Bukit Budug Asu yang baru-baru ini dikelola warga setempat tersebut hanya menjadi jujugan bagi kalangan motor crosser atau offroader sebagai jalur utama di kaki Gunung Arjuna. Namun, seiring waktu berjalan, karena makin banyaknya crosser dan offroader yang datang, kemudian menginspirasi warga setempat untuk membuat spot foto dan beberapa fasilitas lainnya. Alhasil, sekarang ini bukan hanya para penggemar olah raga outdoor race saja yang jadi pengunjung bukit itu, melainkan juga para pecinta fotografi, termasuk mereka yang doyan selfie.
Bukit Budug Asu ini memiliki sebuah gardu pandang yang menjadi tempat wajib untuk melakukan sesi foto. Uniknya, gardu pandang tersebut berbentuk kepala srigala yang menjadi ikon tempat ini. Selain itu terdapat pula fasilitas toilet bagi pengunjung yang membutuhkannya.
Lokasinya yang berada di ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut membuat tempat ini memiliki suasana yang begitu sejuk. Tentu saja hal itu membuat Bukit Budug Asu cocok juga bagi para pendaki gunung pemula dan mereka yang doyan berkemah.
Belum banyak yang tahu keberadaan wisata baru ini, kecuali para crosser dan offroader saja yang sering ke sini. Untuk mencapai tempat ini janganlah berharap pada GPS, karena memang lokasinya belum teridentifikasi oleh google maps. Karenanya, silakan Anda tanya kepada petugas atau warga yang ada di Agrowisata Kebun Teh.
Untuk menuju ke Bukit Budug Asu Anda harus menempuh perjalanan yang cukup menantang. Yang jadi tantangan tak lain dan tak bukan adalah kondisi jalan menuju lokasi yang kurang bagus, karena belum beraspal, licin, berkubang lumpur, dan berbatu. Solusinya, Anda bisa mengandalkan sepeda motor khusus cross. Perjalanan naik ke atas bukit membutuhkan waktu tempuh sekitar 2,5 jam, sedangkan turunnya sekitar 1.5 sampai 2 jam.
Begitu menaiki bukit tersebut, maka suasana khas pegunungan tampak hadir di depan mata Anda. Selain penampakan Gunung Arjuno yang begitu megah, hamparan padang sabana hijau bakal memanjakan penglihatan Anda. Ada pula hamparan kebun teh yang hijau di sebelah barat. Pemandangan di tempat ini saat malam hari pun cukup menawan, terutama di kala bulan purnama.
Meski masyarakat sekitar memberinya nama Bodog Asu, namun salah satu wisata anyar di Malang bagian utara ini memiliki banyak sebutan. Ada yang menyebut Budukasu, Buduk Asu, atau pun Budug Asu.
Awalnya, Bukit Budug Asu yang baru-baru ini dikelola warga setempat tersebut hanya menjadi jujugan bagi kalangan motor crosser atau offroader sebagai jalur utama di kaki Gunung Arjuna. Namun, seiring waktu berjalan, karena makin banyaknya crosser dan offroader yang datang, kemudian menginspirasi warga setempat untuk membuat spot foto dan beberapa fasilitas lainnya. Alhasil, sekarang ini bukan hanya para penggemar olah raga outdoor race saja yang jadi pengunjung bukit itu, melainkan juga para pecinta fotografi, termasuk mereka yang doyan selfie.
Bukit Budug Asu ini memiliki sebuah gardu pandang yang menjadi tempat wajib untuk melakukan sesi foto. Uniknya, gardu pandang tersebut berbentuk kepala srigala yang menjadi ikon tempat ini. Selain itu terdapat pula fasilitas toilet bagi pengunjung yang membutuhkannya.
Lokasinya yang berada di ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut membuat tempat ini memiliki suasana yang begitu sejuk. Tentu saja hal itu membuat Bukit Budug Asu cocok juga bagi para pendaki gunung pemula dan mereka yang doyan berkemah.
Belum banyak yang tahu keberadaan wisata baru ini, kecuali para crosser dan offroader saja yang sering ke sini. Untuk mencapai tempat ini janganlah berharap pada GPS, karena memang lokasinya belum teridentifikasi oleh google maps. Karenanya, silakan Anda tanya kepada petugas atau warga yang ada di Agrowisata Kebun Teh.
Untuk menuju ke Bukit Budug Asu Anda harus menempuh perjalanan yang cukup menantang. Yang jadi tantangan tak lain dan tak bukan adalah kondisi jalan menuju lokasi yang kurang bagus, karena belum beraspal, licin, berkubang lumpur, dan berbatu. Solusinya, Anda bisa mengandalkan sepeda motor khusus cross. Perjalanan naik ke atas bukit membutuhkan waktu tempuh sekitar 2,5 jam, sedangkan turunnya sekitar 1.5 sampai 2 jam.
Jumat, 19 Januari 2018
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata bertemakan heritage di Kecamatan Singosari
Headline Koran pagi ini cukup menghebohkan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang seringkali di dengungkan di media, rupanya mulai terlihat semakin serius.
Pemerintah Kabupaten Malang bakal mempersiapkan segala sarana dan prasarana agar wilayah Singosari segera dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata bertemakan heritage.
Karena itu, untuk merealisasikan pihaknya sudah menggandeng investor menyiapkan lahan KEK seluas 200 hektare. Serta lokasi wilayah KEK ada di tiga desa di Kecamatan Singosari diantaranya Langlang, Klampok, dan Purwosari.
Keseriusan Pemkab untuk merealisasikan KEK Pariwisata itu dibuktikan dengan berbagai koordinasi secara langsung antara Pemerintah Kabupaten Malang, para investor dengan pemerintah pusat, guna mempercepat perekonomian masyarakat.
Dalam hal ini untuk menjadikan wilayah Singosari menjadi KEK ada beberapa kriteria yang harus dipersiapkan Pemkab Malang sesuai Pasal 7 Peratyran Pemerintah Nomor 2 Tahun 2011 diantaranya lokasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata harus sesuai dengan RTRW dan tidak berpotensi menganggu kawasan lindung. Adanya dukungan Pemprov/pemkot dan pemkab setempat.
Kemudian, letak wilayah KEK harus berdekatan dengan jalur perdagangan internasional dan wilayah sumberdaya unggulan. Lalu, lokasi yang dijadikan kawasan KEK minimal luas lahan 100 hektare. Selain itu, kawasan KEK harus memiliki aksesibilitas dan konektivitas dengan dukungan infrastruktur.
Dalam hal ini Kepala Dinas Pariwisatan dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara mengatakan lahan yang dijadikan KEK Pariwisata letaknya di Desa Klampok, Purwosari dan Langlang seluas 200 hektare dan dibangun di kawasan Desa Klampok, Langlang, dan Purwosari.
"Letak wilayah yang dijadikan KEK pariwisata sangat startegis berdekatan dengan Bandara Abdulrachman Saleh. Jadi lahan itu sudah disediakan oleh investor properti dari PT. Intelegencia Graha Tama," kata Made Arya.
Made mengatakan wilayah KEK nanti akan memberikan fasilitas kemudahan seperti kemudahan perizinan dan bisa menarik para investor.
"Wilayah Singosari dijadikan KEK karena memiliko nilai peninggalan sejarah kerajaan dan pariwisata heritage. Semuanya wisata sejarah di sini lengkap, dan bisa menjadi daya tarik wisatawan semakin meningkat pula," tuturnya.
Pemkab Malang tak hanya mengajukan wilayah Singosari menjadi KEK pariwisata saja. Wisata Bromo Tengger Semeru akan diajukan menjadi Badan Otorita dalam Peraturan Presiden, karena masuk dalam nominasi salah satu 10 destinasi prioritas nasional.Dimana kawasan yang masuk 10 destinasi prioritas nasional diantaranya Tanjung Lesung, Mandalika, Tanjung Kelayang Morotai, Danau Toba Borobudur, Labuan Bajo, Wakatobi, Bromo Tengger Semeru, dan Kepulauan Seribu.
"Nah dari 10 destinasi itu yang sudah masuk KEK ada 4 yakni Tanjung Lesung, Mandalika, Tanjung Kelayang Morotai. Sedangkan 6 destinasi wisata yang sudah menjadi Badan Otorita yakni Borobudur dan Danau Toba," terangnya.
Sehingga ada empat destinasi wisata prioritas nasional yang belum didaulat menjadi Badan Otorita diantaranya Labuan Bajo, Wakatobi, Bromo Tengger Semeru, dan Kepulauan Seribu.
"Untuk tahun ini wisata Bromo Tengger Semeru akan diusulkan menjadi Badan Otorita yang mampu menjadi destinasi prioritas wisata nasional di Kabupaten Malang," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Malang bakal mempersiapkan segala sarana dan prasarana agar wilayah Singosari segera dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata bertemakan heritage.
Karena itu, untuk merealisasikan pihaknya sudah menggandeng investor menyiapkan lahan KEK seluas 200 hektare. Serta lokasi wilayah KEK ada di tiga desa di Kecamatan Singosari diantaranya Langlang, Klampok, dan Purwosari.
Keseriusan Pemkab untuk merealisasikan KEK Pariwisata itu dibuktikan dengan berbagai koordinasi secara langsung antara Pemerintah Kabupaten Malang, para investor dengan pemerintah pusat, guna mempercepat perekonomian masyarakat.
Dalam hal ini untuk menjadikan wilayah Singosari menjadi KEK ada beberapa kriteria yang harus dipersiapkan Pemkab Malang sesuai Pasal 7 Peratyran Pemerintah Nomor 2 Tahun 2011 diantaranya lokasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata harus sesuai dengan RTRW dan tidak berpotensi menganggu kawasan lindung. Adanya dukungan Pemprov/pemkot dan pemkab setempat.
Kemudian, letak wilayah KEK harus berdekatan dengan jalur perdagangan internasional dan wilayah sumberdaya unggulan. Lalu, lokasi yang dijadikan kawasan KEK minimal luas lahan 100 hektare. Selain itu, kawasan KEK harus memiliki aksesibilitas dan konektivitas dengan dukungan infrastruktur.
Dalam hal ini Kepala Dinas Pariwisatan dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara mengatakan lahan yang dijadikan KEK Pariwisata letaknya di Desa Klampok, Purwosari dan Langlang seluas 200 hektare dan dibangun di kawasan Desa Klampok, Langlang, dan Purwosari.
"Letak wilayah yang dijadikan KEK pariwisata sangat startegis berdekatan dengan Bandara Abdulrachman Saleh. Jadi lahan itu sudah disediakan oleh investor properti dari PT. Intelegencia Graha Tama," kata Made Arya.
Made mengatakan wilayah KEK nanti akan memberikan fasilitas kemudahan seperti kemudahan perizinan dan bisa menarik para investor.
"Wilayah Singosari dijadikan KEK karena memiliko nilai peninggalan sejarah kerajaan dan pariwisata heritage. Semuanya wisata sejarah di sini lengkap, dan bisa menjadi daya tarik wisatawan semakin meningkat pula," tuturnya.
Pemkab Malang tak hanya mengajukan wilayah Singosari menjadi KEK pariwisata saja. Wisata Bromo Tengger Semeru akan diajukan menjadi Badan Otorita dalam Peraturan Presiden, karena masuk dalam nominasi salah satu 10 destinasi prioritas nasional.Dimana kawasan yang masuk 10 destinasi prioritas nasional diantaranya Tanjung Lesung, Mandalika, Tanjung Kelayang Morotai, Danau Toba Borobudur, Labuan Bajo, Wakatobi, Bromo Tengger Semeru, dan Kepulauan Seribu.
"Nah dari 10 destinasi itu yang sudah masuk KEK ada 4 yakni Tanjung Lesung, Mandalika, Tanjung Kelayang Morotai. Sedangkan 6 destinasi wisata yang sudah menjadi Badan Otorita yakni Borobudur dan Danau Toba," terangnya.
Sehingga ada empat destinasi wisata prioritas nasional yang belum didaulat menjadi Badan Otorita diantaranya Labuan Bajo, Wakatobi, Bromo Tengger Semeru, dan Kepulauan Seribu.
"Untuk tahun ini wisata Bromo Tengger Semeru akan diusulkan menjadi Badan Otorita yang mampu menjadi destinasi prioritas wisata nasional di Kabupaten Malang," ujarnya.
Rabu, 03 Januari 2018
Bakti Sosial Pendidikan UKM UNIGA di Singosari
Pagi ini, tempat pendidikan PAUD & TK 'Anak Mulia ' yang terletak di di Candirenggo kedatangan Tim Bakti Sosial ( Baksos) dari Unit Kegiatan Mahasiswa ( UKM ) Universitas Gajayana Malang. guru-guru dan gurid-murid TK Anak Mulia terlihat gembira dan antusias mengikuti kegiatan Sosial yang meliputi kuis anak-anak, dongeng dan permainan puzzle.
"Kegiatan sosial semacam ini sudah menjadi agenda rutin dari organisasi kami. jika tempatnya memenuhi kriteria , kami akan membantu melaksanakan kegiatan ini ", terang Halim,Ketua panitia Baksos.
"kriteria untuk layak dilakukan Baksos antara lain kondisi dari tempat, jumlah murid, Kami tidak hanya bergerak di sekolah, tapi terkadang juga di panti-panti asuhan, PMI , Fotografi. Kebetulan kami dari MAPALA ( Mahasiswa Pecinta Alam). Jika nanti dari Pecinta Alam sudah melakukan Baksos, kami bisa requestkan ke UKM yang lain.", terang Halim.
Di akhir acara, Murid-murid dan Guru-guru mengucapkan terimakasih kepada panitia baksos yang telah bersedia hadir di sekolah mereka.
"Kegiatan sosial semacam ini sudah menjadi agenda rutin dari organisasi kami. jika tempatnya memenuhi kriteria , kami akan membantu melaksanakan kegiatan ini ", terang Halim,Ketua panitia Baksos.
"kriteria untuk layak dilakukan Baksos antara lain kondisi dari tempat, jumlah murid, Kami tidak hanya bergerak di sekolah, tapi terkadang juga di panti-panti asuhan, PMI , Fotografi. Kebetulan kami dari MAPALA ( Mahasiswa Pecinta Alam). Jika nanti dari Pecinta Alam sudah melakukan Baksos, kami bisa requestkan ke UKM yang lain.", terang Halim.
Di akhir acara, Murid-murid dan Guru-guru mengucapkan terimakasih kepada panitia baksos yang telah bersedia hadir di sekolah mereka.
Misteri Arung di Desa Langlang
Di penghujung tahun 2017 kemarin Tim Jelajah jejak Malang Raya melakukan penelitian pada sebuah Arung Di Desa Langlang. Berikut keterangan dari mereka :
Arung
Desa Langlang
Kecamatan Singosari , Kabupaten Malang
Arung
Desa Langlang
Kecamatan Singosari , Kabupaten Malang
Di Desa Langlang, Singosari ditemukan Sebuah Arung yg mana didalamnya
terdapat 2 Saluran Air. Arung ini terdapat di dekat Gerbang Pintu Masuk
Desa Langlang, yg berada di kawasan persawahan. Untuk itu, kami berdua
melakukan pengukuran lebar dan tinggi Arung tersebut. Dengan rincian
sebagai berikut :
Pintu Arung :
Lebar Bibir Arung : 88 cm
Tinggi Bibir Arung : 80 cm
Saluran Air Arung 1 Bagian Dalam :
Lebar : 40 cm
Tinggi : 1 meter
Saluran Air Arung 2 Bagian Dalam :
Lebar : 45 cm
Tinggi : 1 meter
Kiranya, jika ada yg hendak kesana, sebaiknya berhati-hati, dikarenakan masih sangat rawan dgn banyaknya ular sawah yg sedang caring/kongkow2 di pematang sawah (akses menuju Arung).
Blusuker Jelajah Jejak Malang :
Kawulo Sudro dan Blusukers Malang
===========================
Belum ada keterangan resmi tentang asal mula dan tujuan pembuatan Arung ini. Keberadaan Arung di wilayah Singosari tidak hanya di Dessa Langlang saja, di Kreweh, Gunungrejo juga pernah ada penemuan semacam gua yang cukup panjang oleh pekerja penggali sumur. .Kemungkinan gua itu juga arung atau mungkin gua tempat persembunyian saja.
Di sebelah barat Makam Kadipaten, Candirenggo juga terdapat semacam gua atau arung yang masih belum pernah di teliti lebih dalam fungsi dari gua tersebut.
Pintu Arung :
Lebar Bibir Arung : 88 cm
Tinggi Bibir Arung : 80 cm
Saluran Air Arung 1 Bagian Dalam :
Lebar : 40 cm
Tinggi : 1 meter
Saluran Air Arung 2 Bagian Dalam :
Lebar : 45 cm
Tinggi : 1 meter
Kiranya, jika ada yg hendak kesana, sebaiknya berhati-hati, dikarenakan masih sangat rawan dgn banyaknya ular sawah yg sedang caring/kongkow2 di pematang sawah (akses menuju Arung).
Blusuker Jelajah Jejak Malang :
Kawulo Sudro dan Blusukers Malang
===========================
Belum ada keterangan resmi tentang asal mula dan tujuan pembuatan Arung ini. Keberadaan Arung di wilayah Singosari tidak hanya di Dessa Langlang saja, di Kreweh, Gunungrejo juga pernah ada penemuan semacam gua yang cukup panjang oleh pekerja penggali sumur. .Kemungkinan gua itu juga arung atau mungkin gua tempat persembunyian saja.
Di sebelah barat Makam Kadipaten, Candirenggo juga terdapat semacam gua atau arung yang masih belum pernah di teliti lebih dalam fungsi dari gua tersebut.
Senin, 01 Januari 2018
Cerita Tahun Baru 2018
Setiap pergantian tahun, banyak cara orang memaknainya. Ada yang merayakan di jalan, meniup terompet, membuat pesta kecil-kecilan dengan kerabat dekat, ada pula yang memanfaatkan momen tersebut dengan cara mengheningkan cipta, membuat semacam acara do'a bersama di rumah suci , di tempat keja dan lain lain.
Banyak harapan serta doa dipanjatkan untuk menyambut tahun baru. Salah satunya adalah berkeinginan untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. atau melanjutkan angan-angan, mimpi serta cita-cita yang belum kesampaian di tahun ini. tentunya kita semua bekeinginan seperti itu karena hidup ini melihat kedepan bukan melihat kebelakang. masa lalu kelak akan menjadi cerita, dan cerita pun bisa kita difiktifkan, tapi masa depan adalah kenyataan.
Begitu pula yang terjadi di kalangan warga Singosari. kesibukan menyambut tahun baru 2018 sudah terlihat sekitar satu minggu sebelumnya. Para pedagang terompet, persiapan para petani memanen jagung bakar, bahkan sampai terjadinya kemacetan di Jalan Raya Singosari. Maklum, banyak orang dari luar kota yang memanfaatkan liburan weekend akhir tahun 2017 dan menyambut datangnya 2018 di kota Malang.
Yang menarik dan baru pertama kali, kemarin di malam pergantian tahun kami melihat keindahan warna warni kembang api di Kota Malang dan sekitarnya dari desa Gunungrejo. disana warga Gunungrejo dan banyak warga dari Desa lain sempat berjubel ingin melihat keindahan kembang Api dari tempat yang cukup tinggi. Dan Desa Gunungrejo adalah tempat yang paling ideal.
Kami, sebagai pegiat informasi juga tidak lupa mengucapkan selamat tahun baru 2018. Semoga tahun ini kita mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya, lebih berkah dan sukses dalam banyak hal.
Langganan:
Postingan (Atom)