Selasa, 28 Mei 2019

Ada Penarikan Uang Bangunan di SDN Pagentan 05 Singosari?

 

MALANG, beritalima.com| Dugaan adanya pungutan liar (pungli) bermodus uang bangunan kembali terjadi di sekolah. Padahal
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy sudah menegaskan bahwa sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah bukan untuk mewajibkan penarikan dana dari orang tua siswa.
“Permendikbud tentang Komite Sekolah dimaksudkan untuk mendorong partisipasi masyarakat untuk memajukan pendidikan. Aturan ini dibuat untuk semakin memperjelas peran komite sekolah. Apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan, termasuk mengenai penggalangan dana pendidikan. Bukan untuk mewajibkan pungutan,” ujar Mendikbud dikutip dari tribunnews.com.
Namun pada kenyataannya di lapangan masih ada sekolah yang menarik iuran bangunan, seperti yang terjadi di SDN Pagentan 5 Singosari, Kabupaten Malang. Sekolah menarik biaya sebesar Rp. 600.000 ke tiap siswanya. Anggaran itu diangsur selama 6 bulan, dan dana iuran tersebut rencananya akan digunakan untuk pembangunan kamar mandi.
“Iya di SDN Pagentan 5 Singosari, siswa ditarik uang bangunan, dan pihak sekolah membebani sebesar Rp 600 ribu, dan itu tidak adanya persetujuan dari wali murid,” ujar salah satu orang tua murid yang enggan namanya dimediakan.

Menurutnya beberapa waktu yang lalu, orangtua siswa dimintai iuran untuk pembangunan kamar mandi lantai 2 untuk melengkapi sarana sekolah.
“Biaya untuk pembangunan kamar mandi lantai 2 membutuhkan anggaran sebesar Rp. 110 juta. Pihak pengelola sekolah juga menyampaikan kepada paguyuban wali murid untuk menyediakan uang itu untuk dibangunkan kamar mandi,” ungkap seorang narasumber kepada beritalima.com.

Wali murid tersebut juga sempat terkejut dan sangat mengeluh. Hal itu disampaikan setelah pengambilan raport.
“Awalnya saya kaget ketika rapat pengambilan raport kan sebelumnya tidak ada persetujuan dari wali murid, kok tiba-tiba dikasih brosur yang berisikan perincian bangunan kamar mandi,” keluh wali murid.
Kepala Sekolah Sri Widiastuti, SPd tidak membantah adanya pungutan tersebut, bahkan hal itu diakui bahwa memang saat ini sekolah membutuhkan kamar mandi untuk mencukupi standarisasi akreditasi sekolah.
“Kami memang butuh tambahan toilet baru, untuk memenuhi kebutuhan sekolah,” ujarnya kepada awak media di kantornya, Sabtu (25/5/2019).
Bahkan Kepala Sekolah juga sudah berkoordinasi soal kebutuhan tersebut ke komite sekolah, dan dari paguyuban sekolah untuk ditindaklanjuti. Namun Widyastuti membantah adanya informasi jika setiap wali murid di bebani Rp. 600 ribu untuk pembangunan toilet baru. Bahkan, ia mengira narasumber yang menginformasikan ke awak media itu tidak hadir saat diundang rapat dengan komite sekolah sehingga tidak tahu kisaran biaya yang dibutuhkan.
“Memang ada tarikan bangunan, tapi gak segitu. Jika katanya wali murid Rp 600 ribu, berarti wali murid tersebut tak ikut rapat komite, intinya yang penting kami berkeluh kesah ke komite, dan komite koordinasi dengan paguyuban di sekolah,” tutupnya. [red]


Senin, 24 September 2018

Perkembangan KEK & Potensi Wisata Religi di Singosari

Rekan-rekan” Forum Kelompok Informasi  Masyarakat Singosari beberapa hari yang lalu  mengunjungi Gus IM ( Imron Rosyadi) yang baru saja pulang dari Makkah usai menjalani ibadah Haji, di kediamannya yang bertempat di Jl. Kramat, Pagentan Kemarin ada  informasi yang kami anggap menarik untuk disimak.
      Kami memperoleh bebepara informasi  berkenaan dengan wilayah Singosari. Mulai Sejarah, perkembangan rencana  Singosari yang akan segera menjadi KEK ( Kawasan Ekonomi Khusus )  hingga potensi tempat wisata religi di daerah Bungkuk .

Kawasan Ekonomi Khusus
      “Singosari yang sudah di promosikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus mulai tahun lalu , sejauh ini sudah di tanda tangani oleh Presiden Joko Wi. Ketika Bu Khofifah ( Gubernur baru terpilih JATIM) berkunjung ke sini, saya lewat istri saya menyampaikan kepada beliau untuk mengaktifkan peranan masyarakat di wilayah Singosari pada saat KEK nanti mulai aktif. Jangan sampai warga Singosari hanya sebagai penonton saja,tapi mereka juga harus bisa aktif dan bisa meningkatkan perekonomian  keluarganya”, Terang Gus Im
       Jika kita amati, di beberapa ruas jalan utama sudah mulai dilakukan pelebaran Jalan, misalnya di Klampok dan Langlang . di beberapa titik juga sudah mulai terpasang papan papan keterangan arah jalan dan tempat wisata. Untuk yang ini kami belum melakukan konfirmasi ke pihak-pihak terkait.

Sejarah Tugu berbentuk Obor di Depan Pujisari .


Sebagaimana tertulis dalam  arsip pergerakan di Jawa Timur, Singosari menyimpan sejarah
 – “ Pada masa itu, laskar Sabilillah berkoordinasi dengan laskar Hizbullah yang memiliki tujuan yang sama untuk merebut kemerdekaan. Peranan dari kedua laskar ini sangat penting dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan terutama ketika meletus perlawanan di Surabaya pada november 1945. Dalam pertempuran tersebut, KH Masjkur dengan gigih berjuang dan menjadi komandan dari berbagai laskar untuk mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia.  Selain sebagai panglima laskar, KH Masjkur juga sempat menyandang sebuah jabatan yang cukup tinggi di pemerintahan. Dia sempat empat kali menjadi Menteri Agama secara berturut-turut pada Kabinet Amir Syarifuddin (1947), Kabinet Presidenssil Moh. Hatta (1948), Kabinet VII Negara RI, Kabinet Darurat dan Komisariat PDRI (1949), Kabinet Hatta (1949) dan Kabinet Peralihan RI. – “ Merdeka.com
     Diperkirakan, dalam peristiwa heorik itu Singosari menjadi Meeting point  para pejuang laskar jihad dari Malang Raya dan sekitarnya.

Dari beberapa informasi dari orang-orang tua mereka juga memberikan masukan. di lokasi itu pula kemungkinan terjadi pada saat pecahnya peristiwa Malang Bumi Hangus yang notabene buntut dari kejadian aksi Agresi Militer Belanda

    “Di situ dulu adalah merupakan tempat terjadinya  para pejuang kemerdekaan yang  berperang melawan Belanda . Mereka , para pejuang dari golongan santri yang ada di wilayah Malang Raya dan sekitarnya “, Terang Gus Im.

    “Banyak para pejuang yang gugur di sekitar lokasi itu. Bahkan Konon, Kiyai Hasyim Asy’ari  sempat terkejut karena pecahnya perang di Singosari sebelum akhirnya beliau wafat “, lanjut Gus Im.
     KH. Hasyim Asy’ari yang kita kenal sebagai Tokoh pendiri NU ternyata pernah mengunjungi pondok Bungkuk Singosari  dimasa- masa pergerakan. “Dari keterangan Santri di Pondok Bungkuk ,Dulu Saat Mbah  Kyai Thohir masih hidup, sudah dua kali KH Hasyim Asy’ari berkunjung ke sini untuk silaturrahmi. Mungkin ini ada hubungannya dengan silaturrahmi antar Kyai Torikot”, Lanjut Gus Im yang saat ini menjadi Peneliti Senior di Wahid Foundation.


Bungkuk sebagai Potensi Wisata Religi

Di akhir perbincangan, Gus Im mengutarakan idenya untuk mengusulkan kawasan Bungkuk sebagai tempat Wisata Religi. “ Saya punya angan-angan bahwa di Bungkuk ini bisa saja menjadi tempat wisata Religi seperti di daerah Ampel, Surabaya, karena sudah banyak sekali para peziarah yang berdatangan dengan memakai kendaraan Bus. Jika Memang Singosari ini dicanangkan sebagai Kota Santri, tentunya kita harus bisa memberikan tempat khusus yang bisa dijadikan tempat percontohan. Dan Bungkuk adalah lokasi yang paling tepat “, ungkapnya.

Selama ini memang kita ketahui Bungkuk, selain menjadi pondok pesantren yang paling tua di Malang, disana pula ada 2 makam tokoh  besar yakni, Mbah Kyai Thohir ( Tokoh Pendiri )  dan KH Masykur ( Menteri Agama RI Pertama)


Senin, 06 Agustus 2018

Angin pasat tenggara dari Australia, Penyebab Suhu di Pulau Jawa dingin

      Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan suhu dingin  akan melanda Kota Bandung dan sekitarnya selama beberapa hari ke depan

       Peneliti Cuaca dan Iklim BMKG Provinsi Jawa Barat Muhamad Iid Mujtahiddin, Sabtu, mengatakan, dari pantauan alat pengukur suhu udara di Stasiun Geofisika Bandung pada tanggal 4 Agustus 2018 tercatat suhu minimum hingga mencapai 16,2 derajat celsius.
        Menurut Iid, hal ini masih merupakan pengaruh musim dingin di Australia terutama kondisi suhu dingin di Australia bagian barat yang diprakirakan suhu udara minimumnya hingga dua hari kedepan mencapai 5 hingga 6 derajat.
         Pola prakiraan angin pada ketinggian satu km di atas permukaan laut yang umumnya pada periode musim kemarau adalah angin pasat tenggara dari arah Benua Australia, terutama massa udara yg membawa udara dingin dari Australia bagian barat.
"Sehingga prakiraan pola angin ini berkontribusi juga terhadap penjalaran dan penurunan suhu udara di wilayah Bandung dan sekitarnya," katanya.
         Adanya gangguan regional di Samudera Pasifik bagian barat berupa adanya badai "SHANSHAN" yang menyebabkan kondisi angin relatif kencang dalam beberapa hari kedepan dengan kecepatan berkisar antara 36-50 km/jam.
      Pantas saja di wilayah Jawa Timur , termasuk di Malang Raya juga ikut merasakan dampaknya
Dari status di sosmed, kami mendapatkan laporan penurunan suhu di Singosari hingga mencapai titik 13 derajat. tentunya ini kurang bagus untuk kondisi badan yang kurang fit
        Oleh karena itu, kata dia, dengan kondisi angin yang relatif kencang ini perlu diwaspadai untuk info cuaca daratan terhadap potensi pohon tumbang ataupun objek-objek tertentu yang mudah roboh atau patah.
        Selama periode musim kemarau dengan puncaknya terjadi pada bulan Agustus September dengan karakteristik suhu udara dingin dan kering.

"Maka diimbau juga kepada masyarakat untuk tetap menjaga kondisi badan supaya tetap fit salah satunya dengan berpergian keluar rumah selalu mengenakan baju hangat atau jaket, mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran," pungkasnya.


Jumat, 03 Agustus 2018

Polsek Singosari berhasil mengungkap komplotan maling motor



 Unit Reskrim Polsek Singosari berhasil mengungkap komplotan maling motor yang selama ini meresahkan masyarakat Kecamatan Singosari. Pelakunya lima orang, semuanya masih remaja. Kemarin, polisi membeber pelaku beserta barang bukti kejahatannya.
Kelima pelakunya adalah AP alias Sule, 18,  MS alias Yayan, 18, ZMR, 19, Abdul Majid Jakaria, 21, serta AJ alias Suep, 19. Semuanya adalah warga Dusun Jenggolo, Desa Sentul, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.
Dari kelima pelaku tersebut, Sule, diketahui sebagai pemimpin komplotan curanmor. Pria bertubuh mungil ini, otak aksi pencurian motor. Sedangkan Suep, tercatat masih berstatus sebagai pelajar kelas XII SMA. Sementara pelaku lainnya, adalah pengangguran.
“Semua pelakunya masih remaja. Namun mereka ini, jaringan curanmor yang selama ini kami buru. Bahkan, selama ini tercatat sudah 16 kali mencuri motor,” ungkap Kapolsek Singosari, Kompol Untung Bagyo Riyanto.
Menurut Untung, dari kelima pelaku tersebut, Sule, yang kali pertama tertangkap. Ia dibekuk usai tertangkap tangan warga mencuri sepeda motor Yamaha Vega N-5233-LE, di Jalan Raya Karanglo, Desa Banjararum, Singosari, milik Mukromin, warga Desa Baturetno, Singosari.
Motor dicuri saat diparkir di dekat Gereja, pada awal pekan lalu. Ketika ketahuan, ia tidak bisa kabur. Sementara empat pelaku lainnya, memilih kabur.
“Dari penangkapan tersebut, akhirnya kami kembangkan ke pelaku lainnya. Hasilnya, empat kawanannya berhasil kami tangkap di rumahnya masing-masing di Sidoarjo,” jelas Untung.
Selain menangkap empat pelaku lainnya, polisi juga berhasil mengamankan beberapa barang bukti hasil kejahatan. Diantaranya, sepeda motor Yamaha Vega N-5233-LE, satu Honda Beat W-5401-LE, satu Yamaha Vega ZR W-6019-HZ, sebuah kunci T, dua bungkus pil koplo dobel L serta beberapa barang bukti lainnya.
“Dalam pemeriksaan, mereka mengaku beraksi selalu bersama-sama. Selama ini ada 16 TKP pencurian motor di wilayah Singosari yang sudah diakui. Kami masih akan terus mengembangkan kasusnya,” terang mantan Kapolsek Gondanglegi ini.
Sementara itu, usai merilis hasil ungkap kasus curanmor ini, Kapolsek Singosari langsung menyerahkan motor Yamaha Vega N-5233-LE kepada Mukromin, selaku pemiliknya. Penyerahan barang bukti tersebut gratis tanpa dimintai biaya. 
“Saya sangat berterima kasih, karena motor saya bisa kembali. Untuk pelakunya, supaya dijerat sesuai prosedur,” tutur Mukromin, usai menerima motornya kembali. (agp/jon)





Kamis, 26 April 2018

Curi Mesin Penanam Jagung, Tiga Orang Satpam diringkus

Malang, Media Suara Nasional - Tiga orang satpam laki-laki yang berinisial MS, 49 tahun, seorang warga Blimbing, Malang, Sp, 49 tahun, warga Dusun Plambesan, Tunjungtirto, Singosari dan AW, 32 tahun, warga Wagir, Malang, diamankan oleh Unit Reskrim Polsek Singosari dan Unit IK Polres Malang.

        Penangkapan dilakukan pada hari Rabu tanggal 25 April 2018, sekitar pukul 03.30 wib ketika mereka sedang bertugas jaga di tempat mereka bekerja yaitu di PT. Bintang Lima Wijaya Jl.PerusahaanNo.29 Karanglo, Tunjungtirto, Singosari.

         Penangkapan ini merupakan tindak lanjut atas laporan kehilangan yang diduga pencurian oleh pihak manajemen perusahaan tersebut pada hari Senin, tanggal 23 April 2018.
        Sehingga tak menunggu waktu lama ketiganya pun diringkus dan diamankan di kantor Polsek Singosari.Dihadapan polisi, ketiga satpam itu mengakui telah melakukan pencurian dengan cara menduplikat kunci gudang perusahaan.
          Hingga berita ini diturunkan, para pelaku tersebut masih mendekam di tahanan Polsek Singosari guna menjalani proses hukum selanjutnya, sedangkan barang bukti berupa 13 Unit Mesin Sinder penanam jagung, 7 unit tangki elektrik penyemprot padi, 5 unit anak kunci palsu, 1 Unit mobil Suzuki Katana N 621.GX, 1 Unit sepeda motor Yamaha N. Max N 5179 AAR serta uang tunai sebesar 6 juta Rupiah hingga kini juga masih diamankan oleh pihak kepolisian
      Kapolsek Singosari Kompol Untung Bagyo menuturkan dari hasil penyelidikan anggota kami mengarah pada pelaku, setelah anggota kami mengumpulkan informasi dan cukup bukti maka ketiga pelaku kami amankan.ujar
      Atas perbuatan tersangka kami jerat dengan pasal 363 KUHP atas tindak pencurian yang dilakukan, ancaman pidana maksimal 7 tahun. (IL)

pelayanan Administrasi kependudukan sabtu, 28 April 2018

ada informasi dari kelurahan Candirenggo. mengenai pelayanan Administrasi kependudukan dengan formulir terlampir yang sudah di bagikan ke masing" perangkat RT/RW . Untuk wilayah lain, kami belum tahu. Sabtu 28 Aprl 2018 jam 08.00 kepengurusan surat yang bisa dilayani:
1.Pengajuan e-KTP
2. Pengajuan KK
3. Akte kelahiran
4 Akte kematian
5. Perekaman data biometrik

       Beberapa penduduk terlihat masih membawa formulir pengajuan e-KTP yang baru dikarenakan E-Ktp nya sudah habis masa berlakunya. Padahal, e-KTP yang ada 'habis masa berlaku'nya yang dicetak sebelum tahun 2013, tak perlu diaktivasi atau diperpanjang lagi. Mengacu pada Pasal 101 huruf c UU nomor 24 tahun 2013 tentang Adminduk, e-KTP yang diterbitkan sebelum 2013 pun ditetapkan berlaku seumur hidup.
     "Besok itu, khusus untuk warga yang belum memiliki e-KTP , untuk warga yang sudah memiliki E Ktp dan masa berlakunya habis, tidak usah mengajukan e-KTP lagi.", terang Camat Singosari, Eko Margianto.


Rabu, 25 April 2018

Tentang masa Berlaku E-KTP

      Ada informasi penting tentang masa berlaku E-Ktp yang harus diketahui oleh Warga , Setelah meminta keterangan dari pihak Kecamatan Singosari, kamidiberikan copy-an surat Edaran yang berasal dari Kementerian Dalam Negeri.
 

e-KTP yang ada 'habis masa berlaku'nya yang dicetak sebelum tahun 2013, tak perlu diaktivasi atau diperpanjang lagi. Mengacu pada Pasal 101 huruf c UU nomor 24 tahun 2013 tentang Adminduk, e-KTP yang diterbitkan sebelum 2013 pun ditetapkan berlaku seumur hidup.

   Sesuai pasal 101 huruf c, UU 24/2013 tentang Adminduk, menegaskan bahwa e-KTP yang sudah diterbitkan sebelum undang-undang ini ditetapkan berlaku seumur hidup.